delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Disperindag Tidak Memiliki Wewenang Mengatur Penjualan Elpiji 12 Kg

Memang tidak ada regulasi yang mengatur penjualan barang nonsubsidi mulai dari tingkat agen, sub agen dan pedagang pengecer. PT Pertamina (Persero) pada dua pekan lalu telah memutuskan untuk menaikkan harga jual elpiji nonsubsidi 12 kilogram.

 

Okeline, Pekanbaru - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Riau, menyatakan harga jual gas elpiji nonsubsidi 12 kilogram yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah atas tergantung dari mekanisme pasar.

"Harga yang terjadi di tingkat pengecer elpiji 12 kilogram tersebut, tergantung dari mekanisme pasar," papar Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru Irba H Sulaiman di Pekanbaru, Senin (12/1/2015).

Dia menjelaskan, pihaknya sama sekali tidak memiliki wewenang dalam mengatur penjualan gas elpiji 12 kilogram karena memang tidak ada regulasi yang mengatur penjualan barang nonsubsidi mulai dari tingkat agen, sub agen dan pedagang pengecer.

PT Pertamina (Persero) pada dua pekan lalu telah memutuskan untuk menaikkan harga jual elpiji nonsubsidi 12 kilogram sebesar Rp1.500 per kilogram atau menjadi Rp18.000 per tabung terhitung mulai pukul 00.00 WIB pada tanggal 2 Januari 2015.

Kini harga jual gas elpiji nonsubsidi 12 kilogram di tingkat agen di Provinsi Riau jadi naik seperti untuk Kota Pekanbaru menjadi sebesar Rp134.300 per tabung dari sebelumnya seharga Rp114.900 per tabung dan Kota Dumai Rp131.300 per tabung dari sebelumnya Rp114.600 per tabung.

"Bila ada pengecer menjual dengan harga yang melebihi dari Rp134.300 per tabung, maka pengecer tidak bisa disalahkan. Karena harga itu ditetapkan sendiri si pengecer dan kita hanya mengawasi elpiji subsidi 3 kilogram," katanya menegaskan.

Upik 43, pedagang pengecer di Kawasan Panam, Pekanbaru, mengatakan tinggi harga jual elpiji nonsubsidi 12 kilogram yang dijual pihaknya karena terdapat biaya tambahan seperti biaya angkut saat membeli elpiji dari tingkat agen.

"Kalau masalah harga yang mencapai Rp170.000 per tabung, kami kira masih wajar karena biaya tambahan. Untuk saat ini persediaan gas elpiji nonsubsidi masih cukup dan masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan," ujarnya.